Ikhtiar Keselamatan Rajah & Hizib Nashor

Kamis, 25 Juni 2015 | 0 komentar


Tes tusuk (pisau bengkok tapi tidak tembus kulit)
Tidak ada luka bekas tusukan pisau, hanya bertanda sedikit 

Rajah & Hizib Nashor adalah salah satu dari sekian banyak ajian dan amalan sebagai ikhtiar mendapatkan keselamatan, diantaranya adalah :
  1. Selamat dari bencana alam
  2. Selamat dari pencurian dan perampokan
  3. Selamat dari senjata tajam (kebal sayat dan bacok)
  4. Selamat dari benturan benda keras
  5. Selamat dari amarah orang, dan lain sebagainya

Namun Rajah & Hizib Nashr koleksi keilmuan ki lesmono disini merupakan ajian yang bersifat panas dan “offensive atau menyerang”. Dan sangat berbeda dengan rajah & hizib nashr yang banyak beredar pada umumnya baik di banyak perguruan tenaga dalam dan di internet.

Karena sifat dasar keilmuan tersebut, maka fungsi dari Rajah & Hizib Nashr adalah untuk menyerang lawan atau musuh seperti halnya keilmuan pukulan kontak jarak jauh tanpa menyentuh lawan. Bahkan jika keilmuan benar-benar sudah masuk maka dapat didawam/dites keilmuannya dengan memukul jarak jauh kepada hewan seperti kambing dan sebagainya ke arah kepala hingga mengakibatkan keretakan bahkan pecah pada tengkorak kepala hewan tersebut.

Penyerapan keilmuan hizib adalah dengan membuat rajah nashr di atas kain hitam dengan menggunakan tinta emas. Lalu melakukan penyerapan keilmuan melalui tirakat puasa layaknya puasa di bulan ramadhan selama 5 (lima) hari.

Tata cara lengkap penyerapan keilmuan Hizib Nashr adalah sebagai berikut :
  1. Membuat Rajah Hizib Nashr diatas kain hitam menggunakan tinta warna emas. Penulisan rajah adalah di hari Senin atau sebelum dilakukannya puasa selama 5 (lima) hari. Penulisan harus dalam keadaan bersuci dan menghadap kiblat serta menahan nafas saat melakukan penulisan.
  2. Rajah dilipat 4 (empat) bagian dan dibungkus dengan kertas amplop coklat.
  3. Mengaktifkan rajah hizib nashr dengan cara menempelkan rajah ke kedua telapak tangan dengan membaca wirid khusus kemudian meniupkan 3 (kali) ke arah hizib tersebut.
  4. Melakukan puasa layaknya puasa Ramadhan selama 5 (lima) hari dimulai hari Selasa.
  5. Selama berpuasa setiap melakukan sholat 5 (lima) waktu, melakukan penyerapan energi dari rajah hizib nashr tersebut dengan cara menempelkan rajah ke telapak tangan kanan pada saat melakukan gerakan sujud. Rajah ditaruh dan posisi diatur sedemikian rupa di atas sajadah atau tanpa sajadah sehingga dapat menempel tepat di telapak tangan kanan pada saat melakukan gerakan sujud.
  6. Setiap salah satu rakaat sholat 5 (lima) waktu setelah membaca surat Al Fatihah, maka dilanjut membaca surat An Nashr sebanyak 3 (tiga) kali.
  7. Membaca surat An Nashr sebanyak 33 (tiga puluh tiga) kali setelah sholat 5 (lima) waktu sambil menggenggam rajah dengan tangan kanan.
  8. Setelah tirakat puasa dan penyerapan keilmuan genap 5 (lima) hari, maka bisa langsung didawam/dites dengan melakukan “penembakan” jarak jauh kepada hewan. Nanti akan diberikan kata kunci penggunaan keilmuan.
  9. Cara melontarkan energi hizib nashr adalah dengan menghempaskan nafas melalui hidung sambil mengedutkan perut bagian bawah layaknya keilmuan tenaga dalam di berbagai perguruan silat dengan mengarahkan telapak tangan kanan ke arah target atau lawan dibarengi dengan membaca kata kunci dari hizib nashr.
  10. Keilmuan dapat dipadu dan dikombinasi dengan keilmuan tenaga dalam dengan ditambah trik-trik cara melontarkan energi hizib nashr dengan gerakan-gerakan jurus dasar silat seperti jurus potong, jurus gunting, dan jurus-jurus dasar lainnya.


Saran agar keilmuan rajah dan hizib nashr ini tidak dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan, namun pergunakan untuk benteng diri dan keluarga dan untuk dipergunakan ke hal-hal baik. Karena jika rajah dan hizib nashr ini dipadu dengan kemampuan tenaga dalam yang mumpuni, maka energi yang dapat dilontarkan akan bertambah dan berlipat ganda, bahkan dapat “memecahkan” kerangka tengkorak kepala kambing. Wallahua’lam,,

Khodam Manik Cemar

Selasa, 16 Juni 2015 | 2 komentar

Assalaamu'alaikum.

Dari sekian banyak ilmu supranatural yang khususnya adalah ilmu sedot pusaka, ada satu keilmuan yang juga berfungsi sama yaitu dengan menggunakan media bantuan khodam yang bernama MANIK CEMAR. 

Untuk dapat berjumpa dan berkenalan dengan khodam ini, pengamal harus menjalani laku tirakat puasa ngerowot selama 3 hari dimulai dari hari selasa, yaitu sama seperti puasa wajib di bulan ramadhan namun sahur dan berbukanya dengan memakan dari 1 (satu) buah umbi saja. 1 (satu) umbi dipotong menjadi 3 (tiga) bagian, sepertiga untuk sahur, sepertiga untuk berbuka, dan sepertiga untuk di malam hari menjelang tidur. Umbi disini adalah bisa berupa singkong, ketela rambat, kentang, talas, dan sebagainya namun disarankan adalah ubi cilembu karena kandungan proteinnya lebih banyak dibanding jenis umbi lainnya. Dan hanya boleh meminum air putih saja dalam jumlah secukupnya (tidak boleh merokok). 

Tata cara lengkapnya adalah sebagai berikut :

  1. Mengirimkan sampel tubuh ke saya (jika diamalkan jarak jauh) bisa berupa rambut, potongan kuku, darah, dan sebagainya sebagai perantara transfer keilmuan. 
  2. Puasa ngerowot 3 hari dimulai hari Selasa.
  3. Selama 3 hari setelah melakukan sholat wajib, membaca wirid dan do'a khusus sambil mengusap wajah.
  4. Setiap malam selama puasa ngerowot 3 hari, melakukan sholat sunnah khusus 4 rakaat (2 kali salam) di sepertiga malam pertama.
  5. Setelah melakukan sholat sunnah khusus 4 rakaat, kemudian keluar rumah sambil membaca mantra pemanggil khodam kemudian gebrak bumi 3 kali. (Usahakan tidak terhalang atap dan pohon).
  6. Di hari terakhir puasa ngerowot (malam Jum'at) wajib menelepon saya (jika diamalkan jarak jauh) sambil memakai wewangian, untuk talkin keilmuan dan perkenalan dengan khodam. Nanti khodam akan hadir dan memberi salam melalui mimpi.
  7. Keesokan harinya (hari Jum'at) melakukan shodaqoh berupa memberikan makanan dan minuman yang menjadi kesukaan kita kepada pengemis atau fakir miskin. Ingat bukan memberi uang, tapi memberi makanan dan minuman kesukaan kita.
  8. Untuk penajam keilmuan, sholat hajat khusus 4 rakaat dan pembacaan mantra di luar rumah baiknya dilakukan istiqomah selama 40 hari tanpa putus. Namun keilmuan sudah dapat langsung dipergunakaan tanpa menunggu waktu 40 hari tersebut.
  9. Cara menarik pusaka : 

  • Tentukan lokasi atau tempat wingit yang dicurigai ada benda pusaka bisa di pohon keramat, lokasi pertapaan, air terjun, makam wali, dan sebagainya.
  • Baca mantra sebanyak 3 kali dalam 1 nafas.
  • Jika dilakukan dengan berdiri setelah baca mantra langsung gebrak bumi 1 kali dengan keras dan mantap. Jika dilakukan dengan duduk setelah baca mantra langsung ketuk bumi 3 kali seperti mengetuk pintu.
  • Setelah melakukan gebrak atau ketuk bumi, jika di lokasi benar ada benda pusaka maka akan langsung ada fenomena seperti ada benda yang melompat dari dalam tanah ke udara. 
  • Cari secara manual kemana arah lompatan benda tadi. Gunakan media senter atau lilin jika dilakukan di kegelapan malam, atau bisa menggunakan media kepekaan dan getaran untuk mendeteksi lokasi pusaka.
  • Pada umumnya benda pusaka yang keluar dengan media khodam ini adalah berjenis batu akik dan mustika, namun pengalaman banyak pengamal terkadang sesekali mendapatkan pusaka jenis gaman seperti keris, dan tombak.

Untuk mendapatkan bacaan doa, wirid, dan mantra pemanggil khodam, bisa menghubungi saya langsung. 

Semoga keilmuan langka ini semakin lestari dan tidak hilang termakan kemajuan zaman. Wallaahu a'lam.

Pelatihan Ilmu Asli Sedot Pusaka (IAS)

Kamis, 28 Mei 2015 | 2 komentar

HARI : JUM'AT - SABTU

TANGGAL : 21 - 22 AGUSTUS 2015


Ki Lesmono adalah praktisi supranatural yang sangat menekuni keilmuan sedot pusaka dan sudah puluhan tahun melanglang buana mencari kebenaran ilmu sedot pusaka ke segala penjuru dan tempat perguruan baik hikmah maupun kejawen. Keilmuan Asli Sedot Pusaka adalah warisan dari Bapak Endah Indryono yang merupakan satu-satunya penerima warisan keilmuan dari Almarhum Mbah Parno – Klaten, Jawa Tengah yang masih hidup hingga saat ini. Dan ki lesmono adalah satu dari beberapa murid Bapak Endah Indryono yang diberikan kewenangan untuk meneruskan serta mengembangkan Ilmu Asli Sedot Pusaka tersebut.

Ilmu Asli Sedot Pusaka (IAS) adalah keilmuan kejawen yang memiliki kekhususan untuk menarik atau menyedot benda pusaka yang terpendam di dalam tanah. Keilmuan ini memiliki keistimewaan yaitu pasti akan menarik atau menyedot semua jenis benda pusaka dengan tanpa menggunakan umba rampe apapun termasuk minyak, menyan dan sebagainya. Benda pusaka yang dimaksud disini adalah berupa gaman seperti keris, pedang, tombak, golok, kujang, cundrik, dan sebagainya, berupa batu akik seperti panca warna, akik gambar, merah delima, batu rubah, mustika, badar, dan sebagainya, dan semua jenis benda apapun yang memiliki khodam dan power seperti batara karang, jenglot, gelang bahar, rantai babi, wesi kuning, dan sebagainya. Keunikan lain dari ilmu ini adalah pada umumnya hanya berfungsi pada siang hari dan saat ada cahaya matahari, namun bukan berati tidak berfungsi di malam hari.

Proses penyerapan Ilmu Asli Sedot Pusaka (IAS) adalah melaui laku tirakat kumkum atau berendam selama 6 jam dari pukul 21.00 WIB s/d 03.00 WIB di bawah air terjun, dan laku tirakat ngalong atau bergelantung dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas seperti hewan kalong atau kelelawar selama 6 jam dari pukul 09.00 WIB s/d 15.00 WIB. Dan selanjutnya akan dilakukan pembukaan simpul di tubuh dengan cara penotokan di beberapa titik di punggung dan telapak kaki. Semua laku tirakat dan pembukaan simpul tubuh wajib dilalui oleh semua yang ingin menguasai keilmuan, yang nantinya akan menghasilkan kemampuan dan power sehingga mampu melihat lokasi benda pusaka dan mampu menariknya kepermukaan tanah.

Dengan mengaharap ridho dari Allah SWT dan berkah dari sang guru (bapak Endah Indryono), maka ki lesmono akan membuka program pelatihan Ilmu Asli Sedot Pusaka (IAS) sebagai berikut :

BIAYA PELATIHAN

Rp, 10 Juta + Rp, 5 Juta

(Rp, 5 Juta adalah biaya untuk hunting lokasi benda pusaka yang benar-benar baru untuk lokasi praktek penarikan pusaka, sehingga tidak ada unsur trik dan penipuan. Namun jika ingin ambil keilmuannya saja maka cukup dengan biaya Rp, 10 Juta).

-       Biaya pelatihan sudah termasuk biaya penginapan, sewa tempat tirakat, makan, transportasi, akomodasi, dan pengobatan medis.
-       BERGARANSI BERHASIL dan garansi tidak berlaku bagi peserta yang gagal melakukan laku tirakat.
-       Pembayaran bisa dilakukan belakangan setelah keilmuan benar-benar masuk dan dapat dipraktekkan, dengan syarat peserta mampu menunjukkan membawa uangnya.
-       Peserta yang sudah membayar lunas namun keilmuan dipastikan tidak masuk ke peserta maka biaya akan dikembalikan sepenuhnya.
-       Bisa untuk semua usia, jenis kelamin, dan agama karena keilmuan menggunakan mantra berbahasa jawa dan tirakat kejawen.
-       Proses penarikan benda pusaka tidak menggunakan umba rampe apapun termasuk minyak dan kembang sehingga jauh dari hal syirik. Dan penarikan tanpa melalui komunikasi terlebih dahulu dengan penjaga benda pusaka.
-       Proses penarikan pusaka dapat dilakukan secara mendadak dan tanpa persiapan apapun, karena cukup dengan melihat area atau lokasi yang dicurigai mengandung benda pusaka kemudian membaca mantra keilmuan berbahasa jawa yang selanjutnya melakukan penarikan. Kemunculan benda pusaka paling lama 30 menit dari awal penarikan.

Program pelatihan Ilmu Asli Sedot Pusaka tidak dapat dilakukan secara private atau sendiri, minimal peserta pelatihan adalah 2 (dua) orang. Jika hanya ada 1 (satu) pendaftar maka harus menunggu peserta lainnya.

Tirakat Kumkum


Tirakat Ngalong
akik hasil penarikan

keris jalak hasil penarikan

akik virus hasil penarikan







PELET DAN PENGASIHAN KEMBANG KANTIL

Rabu, 08 April 2015 | 0 komentar



Tidak dapat dipungkiri lagi kita selaku makhluk sosial haruslah mampu bersosialisasi terhadap sesama, baik itu sesama jenis maupun ke lawan jenis. Terlebih kondisi yang mengharuskan kita untuk mampu “mengambil hati” klien atau siapapun agar mudah untuk diajak bekerjasama di berbagai hal dan bidang namun tidak ada unsur keterpaksaan dari dalam dirinya.

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat mengaktifkan aura positif dalam diri kita sehingga akan terpancar energi dan daya pikat yang luar bisa sehingga dapat kita pergunakan untuk hal “pengasihan” khususnya. Bisa melalui buka aura, pasang susuk emas atau berlian baik di wajah atau di organ tubuh lainnya, dan bisa melalui pelet dan pengasihan yang secara tidak langsung mengandalkan kerja khodam. Diantara banyak keilmuan pelet dan pengasihan, kembang kantil sebagai media pelet pun tidak dapat diremehkan keampuhannya. Namun kembang kantil yang dimaksud adalah kembang kantil khusus yang sudah diritualkan tentunya. Serta sudah diperkenalkan terlebih dahulu si pemegang atau pengguna kembang kantil tersebut dengan khodam keilmuan. Yang selanjutnya si pemegang cukup membaca mantra khusus pemberian khodam, dan kembang kantil tidak perlu dibawa kemana-mana namun cukup ditaruh atau ditinggal di rumah.

Pelet atau pengasihan kembang kantil ini dapat dipergunakan oleh siapapun dan agama apapun, karena cara menggunakannya cukup dengan mengibas-ngibaskan bau aroma kembang kantil ke wajah sambil membaca mantra asli berbahasa jawokan sunda. Selanjutnya pelet kembang kantil langsung dapat dipergunakan, misal untuk memikat hati si fulan bin fulan maka cukup membaca mantra kunci yang ditujukan ke si fulan bin fulan.


Mahar keilmuan pelet dan pengasihan kembang kantil ada 2 (dua) macam, yaitu mahar biasa dan mahar istimewa. Perbedaan di mahar istimewa adalah di power kembang kantil yang pastinya lebih besar, dan dapat dipergunakan secara jarak jauh (tidak bertemu dengan target). Mengenai mahar silakan hubungi langsung via telepon atau SMS.

Secara umum power kembang kantil berfungsi sebagai berikut :

-          Memikat hati sesama jenis maupun lawan jenis
-          Memikat hati pelanggan dagang
-          Partner bisnis atau lawan bisnis
-          Keperluan tender proyek
-          Kewibawaan terhadap atasan dan bawahan
-          Meluluhkan amarah seseorang
-          Meluluhkan hati istri atau suami
Dan banyak kegunaan lainnya

MACAM ILMU SEDOT PUSAKA

Minggu, 05 April 2015 | 0 komentar

Adalah salah satu khasanah keilmuan supranatural yang sudah ada sejak zaman nenek moyang di Indonesia kebanyakan di wilayah Jawa. Dan menjadi kewajiban kita selaku anak bangsa untuk menjaga dan melestarikan keilmuan sedot pusaka tersebut. Secara umum ilmu sedot pusaka adalah keilmuan untuk mengeluarkan benda-benda berupa pusaka yang terpendam di dalam tanah atau disembunyikan oleh ghoib, sedangkan pusaka disini adalah barang atau benda yang mengandung yoni dan khodam atau bisa dikatakan bahwa benda atau barang tersebut memiliki power atau kekuatanghoib. Macam-macam benda pusaka antara lain adalah benda berupa gaman atau senjata seperti keris, pedang, golok, mata tombak, kujang, cundrik, dan sebagainya. Ada juga yang berupa batu jenis akik seperti panca warna, merah delima, batu rubah, fosil, gelang akar bahar,dan sebagainya. Dan ada pula yang berupa makhluk yang diawetkan seperti batara karang, jenglot, rantai babi, dan sebagainya.

Ilmu sedot pusaka sendiri ada beberapa jenis dan ragam keilmuan. Secara umum keilmuan sedot pusaka dibagi menjadi 3 (tiga) macam keilmuan, yaitu :

1.  ILMU ASLI SEDOT PUSAKA. Adalah keilmuan asli yang berfungsi untuk mengeluarkan pusaka terpendam. Keilmuan ini mengandalkan kemampuan dan potensi si pengamal yang merupakan hasil laku tirakat khusus, dan keilmuan akan bekerja jika memang di lokasi benar-benar ada benda pusaka (bukan katanya-katanya saja). Keluarnya benda pusaka tersebut dapat disaksikan secara langsung oleh semua orang baik yang memiliki keilmuan maupun tidak, proses keluarnya benda pusaka seolah-olah bergerak dari dalam tanah ke permukaan tanah secara perlahan-lahan yang selanjutnya harus melakukan sedikit penggalian secara manual untuk mencabut atau mengambil benda pusaka. Benda atau pusaka hasil penyedotan pada umumnya pasti berkarat jika itu jenis gaman, dan pasti tidak mulus jika itu jenis batu akik karena pusaka sudah termakan usia beratus-ratus tahun terpendam di dalam tanah. Kalau keluar jenis gaman seperti keris atau golok pasti berukuran panjang biasanya 30 cm dan bukan barang berukuran kecil seperti yang biasa dijual di toko-toko pusaka. Tuah atau power pusaka pun akan otomatis aktif selama kurang lebih 5 menit setelah tertarik ke permukaan tanah, bisa dibuktikan pasti akan memiliki tuah anti cukur. Untuk mendapatkan keilmuan ini harus melalui laku tirakat cukup berat yang jika si pengamal sudah menguasai keilmuan maka secara otomatis mata dzohir (mata telanjang) si pengamal akan mampu melihat lokasi yang mengandung pusaka yang biasanya berupa bayangan bulat hitam berdiamer sesuai power pusaka. Dan yang pasti akan mampu menyedotnya ke permukaan tanah.

2. ILMU KHODAM SEDOT PUSAKA. Keilmuan ini pun berfungsi sama yaitu berguna untuk menarik atau menyedot pusaka yang awalnya terpendam di dalam tanah atau disembunyikan oleh ghoib. Namun keilmuan ini sangat mengandalkan bantuan khodam atau jin. Dikarenakan sangat mengandalkan bantuan kerja khodam maka si pengamal harus bersedia memberikan imbalan atau bayaran kepada khodam atau jin yang jika “dia” berhasil menarik dan mendzohirkan benda pusaka. Untuk mendapatkan keilmuan ini, si pengamal harus bertemu dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan khodam atau jin tersebut, yang nantinya khodam atau jin itu akan memberikan “kata kunci” pemanggilan bisa berupa mantra atau perbuatan seperti harus gebrak tanah 3 (tiga) kali, mengedutkan perut, dan sebagainya yang nantinya si khodam akan bekerja diluar sepengetahuan si pengamal dan jangka waktu 5 sampai 10 menit maka akan ada benda pusaka yang datang secara ajaib. “kata kunci” pemanggilan khodam atau jin akan berbeda-beda disetiap pengamal, hanya si pengamal dan si khodam atau jin saja yang tahu. Laku tirakat untuk bertemu dengan khodam atau jin sedot pusaka bisa melalui pertapaan panjang di lokasi wingit seperti gunung, goa, dan sebagainya. Atau dapat dibantu diperkenalkan oleh guru supranatural yang sudah menguasai keilmuan.

3.   ILMU TRIK SEDOT PUSAKA. Keilmuan ini dibagi 2 (dua) macam, yaitu ILMU TRIK SULAP dan ILMU TRIK KHODAM. 
   - ILMU TRIK SULAP atau kecepatan tangan biasa dilakukan oleh “dukun palsu” yang hanya mengaku-ngaku mampu atau memiliki ilmu sedot pusaka. Biasanya proses penarikan dilakukan ditempat tertutup atau “gelap-gelapan” dan selalu menggunakan wadah bisa berupa baskom, tisu, piring putih dicampur minyak, kembang, air kelapa ijo, dan sebagainya untuk menaruh benda pusaka. Ditambah dengan sedikit “drama” penyedotan pusaka bisa berupa berpura-pura kesurupan, atau berpura-pura sedang berkomunikasi dengan jin penjaga pusaka yang intinya untuk mengelabuhi orang-orang dan dengan sedikit gerakan kecepatan tangan maka pusaka akan tiba-tiba muncul di wadah. Kebanyakan benda hasil tarikan berupa batu akik yang mulus-mulus dan bagus, atau berupa gaman atau senjata berukuran kecil, kalau keluar keris atau golok pasti berukuran hanya sekepalan tangan, tergantung kondisi saat proses penarikan dan keahlian kecepatan tangan si pelaku.

- ILMU TRIK KHODAM hampir sama dengan ilmu trik sulap. Namun bedanya ilmu ini juga mengandalkan kinerja khodam atau jin yang sudah “bersahabat” dengan si pengamal. Sebelum melakukan penarikan pusaka, si pelaku akan menyiapkan benda atau barang pusaka bisa di dalam tas, di kantong celana, atau bisa juga ditinggal di rumah. Misal jika mendapatkan info dari orang bahwa ada keris, maka si pelaku akan menyiapkan keris nya terlebih dahulu, jika infonya adalah batu merah delima, maka disiapkan dulu batu merah delimanya. Yang “keren” nya lagi, proses penarikan benda pusaka benar-benar terjadi secara ghoib, misalnya bisa muncul di dalam buah kelapa yang belum di kupas, bisa di dalam gelas aqua yang belum dibuka, atau bahkan bisa muncul di dalam wadah berupa baskom atau tisu namun si pelaku berada berjauhan dari wadah tersebut. Ilmu trik khodam ini mungkin banyak sekali versinya yang intinya hanya memindahkan benda pusaka yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. 


BEDAKAN MANA BENDA PUSAKA ASLI DAN PUSAKA PALSU
















DAPAT KERIS JALAK LAGI

Selasa, 24 Februari 2015 | 0 komentar

Setelah berhasil menarik pusaka keris munggahan atau pindahan, lanjut ke tempat sebelah persis di pinggir jalan yang juga masih di kawasan Kemayoran, tepatnya di Jln. Benyamin Suaeb, Kemayoran-Jakarta Pusat. Berdasarkan cerita sejarah dalam kitab babad tanah jawa, jakarta memiliki kisah peperangan antar kerajaan-kerajaan besar yang saling memperebutkan wilayah pelabuhan Sunda Kelapa. Salah satu peperangan besar diantaranya adalah antara kerajaan Demak dengan Portugis (dimenangkan oleh Demak), dan antara Kerajaan Demak dengan kerajaan Banten yang didukung oleh Kolonial Belanda (dimenangkan oleh Banten & Belanda). Salah satu titik lokasi peperangan adalah di Pasar Ikan-Muara Baru (Jakarta Utara) & Kemayoran (Jakarta Pusat). Ratusan bahkan ribuan orang dari kedua belah pihak yang tewas di lokasi tersebut. Terlebih lagi sudah pasti banyak senjata/pusaka yang berjatuhan disana termasuk keris, pedang, golok, dll. 

Hal ini lah yang membuat rasa penasaran apakah masih ada sisa-sisa senjata yang tidak terkena pekerjaan pengerukan. Mungkin saja masih ada satu atau dua pusaka. Ternyata benar masih ada yang tersisa. Ada 3 titik lokasi yang terlihat mengandung pusaka. Nanum berhubung waktu sudah semakin sore, sudah hampir jam 6 sore. Maka mencoba menarik satu pusaka saja dulu. Nanti di lain waktu lanjut lagi.  Kulo nuwun dulu ke penghulu ghoib di lokasi, mantek aji sedot pusaka, lalu melakukan penarikan. Yang serunya saat proses penarikan, terasa klo pusaka seperti tersangkut dengan akar pohon yang cukup besar. Sehingga agak sulit untuk menggeser pusaka agar mendekat dan keluar persis di depan kaki. Tapi gak apa lah dimana saja keluar pusakanya yang penting dapat pusaka. Hehe


Bacakan doa dulu dan kulo nuwun lagi ke penghulu ghoib lalu mengambil sebatang kayu besar untuk memukul batang pohon dengan niat supaya pusaka yang tersangkut di dalam akar pohon bisa mencelat keluar ke dasar tanah. Bismillah,,, gubraaakkk,,, dan seperti terdengar suara sesuatu yang lompat dari dalam tanah. Seletah di cek ternyata benar muncul ujung besi hitam berkarat di dasar tanah. Yakin itu pasti pusaka. Melakukan penggalian sedikit dan ternyata sebilah keris berukuran kira-kira 30 cm. dan lagi-lagi keris berjenis jalak. Tapi gak apalah lumayan buat tambahan koleksi pusaka di rumah. Haha,,

saat mencabut pusaka

original

setelah dicuci

MENARIK PUSAKA MUNGGAHAN

Senin, 23 Februari 2015 | 0 komentar

Dapat info dari seseorang yang katanya di lokasi suka ada pusaka datang di bawah pohon di daerah Kemayoran – Jakarta. Biasanya hal seperti itu adalah pusaka munggahan atau pusaka pindahan. Kenapa bisa pindah ke lokasi itu, mungkin karena disitu ada danyang/penunggu ghoib yang besar dan kuat sehingga suka berdatangan pusaka entah dari mana.

Berbekal niat yang mantab maka coba untuk datang ke lokasi yang dimaksud. Sampai di lokasi memang terasa ada aura yang berbeda, bulu kuduk berdiri secara tiba2 dan jantung berdebar tak henti-hentinya. Baca doa perlindungan ayat kursi untuk benteng diri dan kulo nuwun izin pamit ke penghuni ghoib di lokasi klo ada pusaka yang berjodoh maka silakan dimunculkan. Mantek aji sedot pusaka 3 kali dalam 1 nafas lalu gebrak ke tanah sekeras-kerasnya dengan kaki kanan. Gubraaaakk,,, !! dan tiba2 aura di lokasi secara perlahan2 menjadi mengecil dan menghilang. Bulu kuduk yang awalnya berdiri mulai tidur kembali, dan detak jantung perlahan2 mulai normal. Pertanda mantra mulai bekerja.

Bismillah sambil deteksi di sekeliling pohon dengan memaksimalkan kepekaan untuk mendeteksi keberadaan besi berkhodam. Kadang terdeteksi kadang hilang begitu seterusnya. Tak terasa sudah jam 5 sore berarti sudah 2 jam di lokasi. Tapi belum mengendurkan kemantapan hati untuk mencari posisi pusaka. Dalam hati bertanya2 aneh kenapa bisa begini, hati terasa mantab klo di lokasi ada pusaka tapi kenapa mata tidak dapat melihat dimana lokasinya. Ini pasti pengaruh si danyang/penunggu pusaka yang meng-gendam untuk mengecohkan pandangan mata. Di lokasi memang ada dua pohon besar menjadi target sasaran, saat terdeteksi di satu pohon tiba2 pusaka berpindah ke pohon yang satunya. Beralih ke pohon yang satu maka pusaka berpindah lagi ke pohon satu nya lagi. Begitu seterusnya.


Tubuh mulai kelelahan dan hampir menyerah karena tak terasa sudah jam 5.30 WIB. Hati mulai mengeluh tapi rasa penasaran masih besar, masa sih pusakanya gak kelihatan. Duduk sila sejenak sambil rileks dan bakar rokok satu dua batang sambil merapal lagi mantra sedot pusaka. Kali ini coba baca sambil rileks dan tutup mata dan kulo nuwun lagi ke penghuni pusaka minta dimunculkan pusakanya klo memang berjodoh dengan saya. Pas buka mata, tiba-tiba “jreeeeng,,,, !” terlihat ada besi warna coklat berkarat menancap persis di dalam lobang akar pohon. Yakin itu pasti pusaka. Julurkan tangan sambil bismillah dan mencabutnya dan ALHAMDULILLAH ternyata sebilah keris jalak panjangnya kira-kira 20 cm. dalam hati merasa puas dan lega akhirnya pusaka muncul juga. 

pohon lokasi pusaka

original

setelah dicuci

 
Piranti pusaka ingkang wonten ing pasarean mriki kulo suwu jemedul kanthi kersaning Gusti Allah.